Senin, 10 Mei 2010

Ima Risma: Gary Bilang 'Siapa Suruh Lahirkan Rabiya?'

In today's world, it seems that almost any topic is open for debate. While I was gathering facts for this article, I was quite surprised to find some of the issues I thought were settled are actually still being openly discussed.
Rasa penasaran terhadap kelakuan Gary untuk menyelesaikan masalah akte kelahiran Rabiya Putrisyah memang sudah lama berkutat dalam benak Risma. Sudah sekitar 2 tahun ini pengakuan yang di nanti-nantinya tak kunjung datang. Ketika ditemui usai melakukan visum, Risma sedikit menceritakan rasa kecewanya terhadap Gary.

You may not consider everything you just read to be crucial information about news. But don't be surprised if you find yourself recalling and using this very information in the next few days.

"Gue sendiri pengen ngilangin rasa penasaran yang ada di otak gue. Baru 3 hari anak gue lahir, Rabiya, Gary bilang itu bukan anaknya, cuma gara-gara beda golongan darah," ujar Risma yang mengatakan kalau golongan darah Rabiya O, sama seperti dirinya. Bukan hanya rasa penasaran yang di ungkapkan oleh Risma, ibu dari Rabiya ini pun sempat mengatakan dengan nada sedikit penyesalan kalau dirinya telah melakukan hubungan suami-istri dengan Gary Iskak.

"Kalau kaya gini persidangan ga kelar-kelar, gue ga dinafkahi, Gary pernah bilang suruh siapa melahirkan Rabiya? Gue bilang, siapa yang bilang 'I want have a baby with you'? Kalau gitu, terus ngapain Gary keluarin (saat melakukan hubungan intim) di dalam kenapa ga di luar aja?," ujar Risma dengan nada sedikit kesal saat ditemui di Rumah Sakit Internasional Bintaro, Tangerang, Senin (10/5).

Dengan kejadian ini pihak pengacara Ima Risma akan mengambil langkah hukum atas kejadian yang menimpa kliennya. "Ke depannya kita akan melakukan pelaporan ke Polda, bahwa Gary melakukan penganiayaan," ujar Unarta yang menyarankan untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik. (kpl/gum/dka)

Now that wasn't hard at all, was it? And you've earned a wealth of knowledge, just from taking some time to study an expert's word on news.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar