Minggu, 18 April 2010

Bantah Rusuh, Tantri Kotak Makin 'Cokelat'

The following article presents the very latest information on news. If you have a particular interest in news, then this informative article is required reading.
Cuaca yang panas di Sulawesi tak mengurungkan niat Tantri, vokalis grup musik Kotak untuk menggelar konser di beberapa daerah di salah satu pulau terbesar di Indonesia ini. Warna kulit yang menjadi semakin gelap juga tidak menjadi masalah yang besar untuknya. Ya, warna kulit Tantri memang berubah menjadi kecokelatan usai menggelar tur di tiga daerah di Sulawesi Selatan.

"Cuaca Sulawesi yang panas membuat kulit saya menjadi kecoklatan," ujarnya sambil tertawa menjelang penampilannya bersama Ungu di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sabtu (17/4).

Selain memperoleh warna kulit yang baru, Tantri dan awak bandnya juga mengaku telah menyiapkan album terbarunya yang direncanakan diluncurkan pada akhir April, 2010.

"Bahan albumnya 100% sudah jadi dan tinggal masuk dapur rekaman. Album kedua ini hampir mirip dengan album pertama namun nuansa musik rocknya lebih kental," kata Tantri, yang berencana membawakan lagu barunya di Makassar.

Now that we've covered those aspects of news, let's turn to some of the other factors that need to be considered.

Eric, perwakilan panitia penyelenggara dari Mega Pro Jakarta menargetkan jumlah penonton yang lebih banyak di Makassar dibandingkan tiga daerah sebelumnya. "Kami optimistis penonton malam nanti bisa mencapai di atas 20 ribu orang," kata dia.

Sejak Senin (12/4) grup musik yang digawangi Tantri (vokal), Icez (gitar bass), Mario Marsella (gitar), dan Haposan Haryanto Tobing (drum) tampil di Kabupaten Bone, Sulsel, kemudian dilanjutkan di Kota Palopo pada Rabu (14/4) dan terakhir di Kota Pare-pare pada Jumat (16/4). Bersama grup musik Wali, mereka menarik perhatian 45 ribu orang penonton dari tiga daerah tersebut.

Icez yang pernah tinggal di Makassar selama tiga setengah tahun mengaku tak sabar lagi tampil malam nanti karena sangat mengenal antusiasme penikmat musik di kota itu.

Pada sisi lain, kedua personil wanita Kotak itu menyampaikan harapan media tidak menyampaikan pemberitaan yang tidak benar tentang penampilan mereka.

"Berita kalau konser kita ricuh yang ditayangkan oleh media televisi itu bohong. Dorong-dorongan antar penonton itu bukan kericuhan tapi karena jumlah penonton yang memang banyak. Kita berharap Makassar tidak menayangkan pemberitaan yang sama," ujar Tantri. (ant/boo)

Is there really any information about news that is nonessential? We all see things from different angles, so something relatively insignificant to one may be crucial to another.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar