Jumat, 23 April 2010

Rachel Bantah Status Sosial Jadi Alasan Cerai

Are you looking for some inside information on news? Here's an up-to-date report from news experts who should know.
Akhirnya Rachel Maryam buka suara juga mengenai gugatan cerainya yang dilayangkan pada sang suami, Ebes. Dia mengaku sudah memasukkan gugatannya. Namun begitu, dia masih tak mau berbicara banyak mengenai hal tersebut.

Ketika ditemui di Bandara Soekarno Hatta saat akan berangkat ke Singapura, Jumat (23/04) sore tadi, Rachel menuturkan jika dirinya memang sudah tak ada kecocokan dengan Ebes. Tapi dia membantah jika alasan perceraiannya adalah karena status sosial ataupun pendapatan yang timpang.

"Kita memang sudah nggak serumah kurang lebih dua bulan. Aku emang udah nggak tinggal bersama sekitar kurang lebih dua bulan. Sebetulnya nggak (berubah sejak masuk DPR), bukan itu. Nggak ada yang berubah dengan saya. Banyak berita simpang siur bilang katanya karena masalah status sosial atau apa," tutur Rachel.

Truthfully, the only difference between you and news experts is time. If you'll invest a little more time in reading, you'll be that much nearer to expert status when it comes to news.

"Ketika saya bertemu Ebes dulu, saya pun sudah mempunyai pekerjaan yang mapan dan saya bisa menerima dengan apa adanya masih jadi mahasiswa. Jadi buat apa menunggu 5 tahun kalau itu adalah masalahnya? Masalahnya bukan itu," lanjutnya tegas.

Rachel pun menangkis kabar yang mengatakan jika ada orang ketiga di dalam rumah tangganya. "Nggak ada sama sekali. Emang sudah nggak ada kecocokan. Rasanya nggak pantas kalau saya harus bicara di depan media. Itu private area. Saya nggak mau membuka keburukan masing-masing demi anak. Saya nggak mau suatu saat anak saya...anak saya harus saya lindungi dari kekurangan-kekurangan orang tuanya," kata Rachel sambil sedikit tercekat.

Ditambahkan oleh Rachel, tahapan perceraiannya masih baru ada di tingkat awal. Masih banyak langkah yang harus dilakukan sampai akhirnya keputusan final tercapai.

"Terus terang saya ambil keputusan itu bukan hanya bertindak sendiri. Artinya saya sudah banyak bicara dengan keluarga saya dan keluarga saya ada di belakang saya, mendukung. Kita lihat ini prosesnya baru mulai, nanti tahapan-tahapannya masih banyak. Kita lihat nanti ke depannya seperti apa. Tapi kita bicara masalah perasaan. Tolong teman-teman media jangan menghakimi saya. Ini bukan masalah benar atau salah, ini masalah perasaan. Kita merasa tidak cocok ya tidak usah dipaksakan. Saya juga punya perasaan," pungkas Rachel. (kpl/adt/npy)

Don't limit yourself by refusing to learn the details about news. The more you know, the easier it will be to focus on what's important.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar