Minggu, 04 April 2010

Judika: Kerispatih Melankolis Tapi Manis

If you're seriously interested in knowing about news, you need to think beyond the basics. This informative article takes a closer look at things you need to know about news.
Audisi vokalis group band Kerispatih yang diadakan beberapa waktu lalu sempat menyeret nama Judika yang kabarnya ikut di dalam audisi itu. Namun sayangnya kekasih Duma Riris ini tidak bisa ikut audisi lebih lanjut karena Judika kehilangan suaranya akibat kelelahan mengisi konser Gita Cinta.

"Kalau untuk Kerispatih sih sebenarnya aku udah kenal lama sama mereka. Aku sempat ditawarin waktu mereka mengadakan audisi, dan aku sempat ikut juga kan dah bilang sama Badai juga kan. Ada Gita Cinta baru kelar kemarin, karena kita latihan 4 bulan nyanyi jadinya serak, suara aku hilang. Jadinya aku gak bisa ikut audisinya," jelas Judika saat ditemui di lapangan futsal Kuningan village, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Sabtu (03/04).

Think about what you've read so far. Does it reinforce what you already know about news? Or was there something completely new? What about the remaining paragraphs?

Ketertarikan Judika dengan grup band Kerispatih bukan karena kedekatan dirinya dengan para personil Kerispatih. Namun karena grup band yang dimotori oleh Badai itu memiliki musikalitas dan kord-nya berbeda dengan warna musik yang sedang trend saat ini.

"Kalau tertarik dengan mereka, ya karena Kerispatih punya musik yang beda dari yang udah ada. Aku sebenarnya bukan bosan ya tapi warna musik kita kaya sama semua sementara musisi-musisi kita banyak yang jago-jago sampai di Singapura, Malaysia kita selalu jadi juara 1," tutur Judika.

"Kalau menurut aku, Kerispatih itu warna musiknya beda, dan mereka juga memiliki musikalitas yang bagus dan bisa cewek-cewek itu banyak yang suka. Kalau aku kan notabene banyakan cowok yang suka lompat-lompat, senang bareng. Ya pokoknya buat aku suka banget sama musiknya Kerispatih. Kayak Glenn, melankolis tapi manis," sambung Judika. (kpl/buj/npy)

This article's coverage of the information is as complete as it can be today. But you should always leave open the possibility that future research could uncover new facts.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar